- kerja atau usaha, lihat Fig. 7.1 hubungan usaha, gaya, dan perpindahan Fig. 7.2 (7.1) perpindahan dalam hal ini perpindahan posisi / titik tempat gaya bekerja pada benda (untuk benda titik = posisi benda) - gaya bekerja pada benda tidak selalu berarti melakukan usaha, lihat Fig. 7.3 - satuan SI untuk usaha adalah joule (J), 1 J = 1 N.m - usaha merupakan transfer energi - usaha besaran skalar, dapat bernilai positif atau negative, Fig. 7.4 - usaha oleh gaya yang berubah sepanjang perpindahan (7.7), Fig. 7.7 - jika ada lebih dari satu gaya bekerja pada benda, usaha total adalah - untuk benda titik: usaha yang dilakuka jumlah gaya (resultant gaya) (7.8) - untuk benda yang dapat berubah bentuk: jumlah dari semua usaha oleh gaya-gaya itu (lihat di bawahnya) - gaya pegas (7.9) dan usaha gaya pegas (7.12) - energi kinetik (7.16) serta hubungan usaha dan energi kinetik (7.15, 7.17) --> teorema usaha - energi kinetik - energi potensial: energi tersimpan, tidak aktual - energi potensial gravitasi (7.19) dan hubungannya dengan usaha eksternal (7.20) - energi potential pegas (7.22) dan hubungannya dengan usaha eksternal (7.23) - konservasi energi sistem talk terisolasi: energi berubah sesuai yang transfer energi dengan lingkungan (8.1) sistem terisolasi: energi mekanik tetap (8.5, 8.6, 8.7) dari (8.5): delta K = - delta U = W (pegas, gravitasi) --> W (pegas, gravitasi) = - delta U ada gesekan --> ada usaha oleh gaya gesek, yang mempengaruhi energi kinetic --> delta K = W (selain gesekan) + W gesekan (8.13) jika gaya selain gesekan adalah gaya pegas atau gaya gravitasi, --> delta K = W (pegas, gravitasi) + W gesekan = - delta U + W gesekan --> delta K + delta U = W gesekan /= 0 --> energi mekanik tidak tetap - kembali ke teorema usaha - energi kinetik (7.17): W total = delta K proses memindahkan benda dari bawah ke atas (h) secara sangat perlahan, shg pada setiap saat benda diam --> besar F eksternal = besar gaya berat W total = W orang + W gravitasi = delta K F orang x h + (-) F gravitasi x h = delta K (F orang - F gravitasi) x h = delta K 0 x h = delta K --> delta K = 0 --> W orang = - W gravitasi = delta U (ingat (7.20, 7.23)) --> W gravitasi = - delta U bagi sistem bumi-benda: W orang = W eksternal, menambah U W gravitasi = W internal --> W internal = - delta U --> W eksternal = - W internal = delta U contoh W internal: W gravitasi, W pegas - gaya gravitasi (13.3) besar gaya gravitasi bumi di permukaan bumi (13.4) (r = radius bumi) besar percepatan gravitasi bumi di permukaan bumi (13.5) (r = radius bumi) dan pada ketinggian h dari permukaan bumi (13.6) - energi potensial gravitasi perubahan U gravitasi = - W internal (W gravitasi) (13.12), (13.13), (13.14) secara umum (bukan hanya sistem bumi-benda) (13.15) - Fig. 13.13, energi mekanik gravitasi (13.16), hukum kekekalannya (13.17) F gravitasi sebagai gaya sentripetal dan K benda mengorbit bumi (13.18) E mekanik gravitasi (orbit lingkaran) (13.19), (tambahan: orbit elips) (13.20) - Fig. 13.14, kecepatan awal (13.21), escape speed (13.22) & (13.23)